Sunday, April 29, 2018

PLESIRAN KE BUKIT TRANGGULASIH


PEMBUKA
Di Kota Purwokerto dan sekitarnya, banyak sekali tempat wisata yang bisa kita jumpai. Baik tempat wisata kota maupun wisata alam. Dari sekian banyaknya tempat wisata yang ada, mungkin hampir sebagiannya sudah aku pernah kunjungi. Oleh karena itu, pada blog kali ini aku akan bahas satu-persatu berbagai tempat wisata yang sudah pernah saya kunjungi yang berada di sekitar Kota Purwokerto ini. Salah satu tempat wisata yang kali ini akan aku bahas adalah Bukit Tranggulasih.
Bukit Tranggulasih


BERANGKAT
OK, langsung aja ya. Hari Minggu, 29 April 2018, merupakan akhir pekan. Makanya masih banyak anak plesiran kesana kemari, hehe. Makanya kondisi lalu lintas saat itu masih relatif ramai lancar. Kalau sudah masuk seklah, mungkin jalanan di Kota Purwokerto bakalan kembali padat, hehe. Kesempatan ini akhirnya aku manfaatkan untuk main ke Bukit Tranggulasih. Bukit Tranggulasih terletak di Desa Windunegara, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas ini, tidak jauh jaraknya dari Obyek Wisata Baturraden. Mungkin jaraknya sekitar 5 KM.

Sebelum berangkat kesana, aku mempersiapkan beberapa bekal dan perlengkapan yang diperlukan. Salah satunya yakni Kamera, HP, dll. Setelah sarapan pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, aku langsung berangkat menuju Bukit Tranggulasih menggunakan sepeda motor Vario. Jarak dari rumahku ke Bukit Tranggulasih ada sekitar kurang lebih 20 KM. 

Jalur menuju Bukit Tranggulasih

Panorama di sepanjang jalur menuju Bukit Tranggulasih




Setelah berjalan sekitar 20 menit, tanpa sadar bahwa speedometer bensin menunjukkan strip E atau hampir habis. Karena jalur yang akan dilalui merupakan pegunungan dan bensin motor saat itu sudah habis, akhirnya aku mengisi bensin dulu SPBU di Jl. HR.Bunyamin (tepatnya di depan Kampus BSI Purwokerto). Setelah bensin full, langsung meluncur lagi dehh, hehe. Jalur yang akan dilalui sebetulnya hampir sejalur menuju Baturraden. Sebab Bukit Tranggulasih ini tidak terlalu jauh dari Baturraden.

Oh ya, aku mau mengingatkan. Sepanjang perjalanan menuju Bukit Tranggulasih, jalur terus menanjak dengan curam. Oleh karena itu sebelum berangkat, pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Terutama rem dan kopling. Karena di sepanjang jalur ini, hampir sering ditemui mobil yang mogok karena tak kuat menanjak. Jadi, pastikan dulu ya kondisi kendaraaan dan pengemudinya dalam kondisi sehat dan prima.

Walaupun jalur terus menanjak, kita akan disuguhkan pemandangan pegunungan hijau yang sangat indah. Udara di daerah pegunungan pun terasa sangat sejuk dan dingin, brrr...:D. Itu sebabnya, jaket harus selalu siap sedia kalau gak mau kedinginan, hehe.


SAMPAI DI LOKASI
Setelah menempuh jarak sekitar 20 KM selama kurang lebih 45 menit, akhirnya aku sampai di lokasi pada pukul 10.00 WIB. Kita akan diminta membayar karcis parkir motor seharga Rp 3.000. Kemudian dilanjutkan dengan tracking mendaki bukit selama kurang lebih 5-10 menit. Namun sebelumnya, kita akan diminta lagi membayar karcis masuk seharga Rp 5.000. 


Tempat Parkir Motor 






Loket Karcis Masuk

Jalan menuju ke Puncak Bukit Tranggulasih


Karcis Parkir


Tiket karcis masuk Bukit Tranggulasih




Jalur tracking yang dilalui lumayan menanjak, yahh sekitar 50 derajat. Lumayanlah bikin pegal badan, hehe. Namun semua rasa lelah itu terbayar ketika sudah sampai di atas. Di sepanjang jalur tracking menuju Bukit Tranggulasih, banyak sekali kita jumpai berbagai macam warung makan. Jadi, kita gak usah khawatir kalau lupa tidak membawa bekal makanan dan minuman. 

Akhirnya setelah menempuh perjalanan tracking yang melelahkan selama 5-10 menit, tibalah aku di Puncak bukit Tranggulasih. Subhanallahh...sungguh indah ciptaanmu Ya Allah. Kita bisa melihat pemandangan Kota Purwokerto secara jelas. Jika kita lihat pada malam hari, pastinya akan sangat indah seperti bintang bertaburan. 
Sampai di Puncak Tranggulasih



Setelah sampai, tanpa membuang waktu lagi, aku langsung berselfie ria di berbagai spot yang ada. Tak ketinggalan, aku juga memotret berbagai panorama alam yang ada disini. Disini, banyak sekali spot-spot hunting bagi para pecinta fotografi. Selama aku memandang, mungkin ada sekitar 4-6 spot yang disediakan oleh pengelola. 

Daerah wisata Baturraden yang terlihat dari Bukit Tranggulasih


Panorama pegunungan dari Bukit Tranggulasih







Bukit Datar yang terletak di area wisata Bukit Tranggulasih


Melihat banyaknya spot hunting, tak cukup rasanya bila kita berkunjung hanya 1-2 jam. Mungkin kita perlu waktu hingga 3-4 jam lamanya. Ditambah lagi pemandangan alam yang indah, dan juga udara yang sejuk, makin tambah betah aja deh, gak kepingin cepat pulang, hehehe.

Oh ya, catatan. Kalau mau selfie ria disini, mesti gantian. Soalnya tempatnya hanya cukup untuk 2-4 orang saja. Tak hanya itu, ada beberapa spot yang menurut aku pengamannya masih kurang. Jadi kalau yang mau selfie disini, mesti sangat hati-hati ya, karena ada beberapa spot yang belum diberi pagar pengaman.

Spot-spot foto yang banyak tersebar di Bukit Tranggulasih





















Oh ya, Bukit Tranggulasih ini buka selama 24 jam non-stop. Karena disini merupakan area camping/ berkemah. Banyak sekali mahasiswa pecinta alam yang berkemah disini. Jika malam hari, akan semakin banyak pengunjung yang berkemah disini. Terutamanya menikmati suasana malam hari Kota Purwokerto dari atas bukit, hehe.

Tidak hanya untuk menikmati gemerlapnya lampu perkotaan Purwokerto, di Bukit Tranggulasih juga bisa menikmati moment matahari terbit (sunrise) dan juga matahari terbenam (sunset). Di saat moment inilah, para pengunjung mendokumentasikannya dengan smartphone dan kamera DSLR. Tidak lupa, kita perlu memanjatkan rasa puji syukur kita kepada Allah SWT sang pencipta alam semesta. 


Pemandangan Kota Purwokerto dari Bukit Tranggulasih

Rita Supermall dilihat dari Bukit Tranggulasih

Gedung Fakultas Ekonomi UNSOED terlihat dari Bukit Tranggulasih


Kampus IAIN Purwokerto dilihat dari Bukit Tranggulasih

Hotel Wisata Niaga dilihat dari Bukit Tranggulasih

Kawasan pergudangan Purwokerto dilihat dari Bukit Tranggulasih

Hotel Aston dan Hotel Dominic terlihat dari Bukit Tranggulasih


ISTIRAHAT SAMBIL LESEHAN DAN MAKAN
Setelah puas menyusuri Bukit Tranggulasih selama berjam-jam, datanglah rasa lapar. Aku lalu menuju warung makan yang ada. Soal harga, jangan khawatir mahal. Karena semua jajanan yang ada harganya sesuai dengan dompet mahasiswa, jadi gak takut dompet kempes, hahaha :v :v.

Aku lalu memesan satu porsi mie goreng instan dan satu gelas es teh. Sambil menunggu pesanan, aku pun menikmati panorama alam yang ada sambil lesehan, hehe. Setelah pesanan datang, aku pun langsung menyantapnya cepat-cepat (seperti orang kelaparan, haha). Setelah kenyang pun, aku gak mau beranjak pergi. Masih betah menikmati panorama alam yang ada. Astaga betah banget sih, hehe.

Warung-warung makan yang tersedia di Bukit Tranggulasih untuk para pengunjung


PERJALANAN PULANG
Tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB. Langit pun sudah tampak sangat mendung. Tak butuh waktu lama lagi mungkin hujan akan turun. Aku pun langsung bergegas pulang. Benar saja, setelah sampai parkiran motor, hujan pun turun. Setelah aku pakai mantel, aku pun langsung tancap gas menuju rumah. Alhamdulillah, sampai lagi di rumah sekitar pukul 17.00 WIB.


PENUTUP
Oh ya, info terbaru. Saat ini Bukit Tranggulasih sedang ditutup. Dikarenakan sedang ada pengembangan area obyek wisata. Jadi yang mau berkunjung kesana, sementara dialihkan dulu ke Puncak Dinar. Entah sampai kapan ditutupnya. Semoga saja cepat kembali dibuka ya :).

Sekian pembahasanku kali ini. Jika ada kata yang kurang kenan, aku mohon maaf sebesar-besarnya. Jika ada kritik dan saran, langsung saja komentar di bawah ya. Semoga trip report kali ini bermanfaat bagi para pembaca ya, hehe. 


Alamat:
Bukit Tranggulasih
non-stop
Desa Windujaya, Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53152


Saturday, April 28, 2018

PERKENALAN



" Hai, nama saya Yoga Muhammad Dewantara atau biasa dipanggil Yoga. Saya kini berusia 18 tahun. Saya berasal dari Pangandaran, Jawa Barat. Kini saya menetap di Kota Purwokerto, Jawa Tengah"

Saya memiliki hobi saya bersepeda, fotografi, memasak, dll. Hobi yang paling saya senangi adalah traveling. Entah kenapa, hobi yang satu ini ialah menu wajib saya setiap weekend atau hari libur tiba, hehe.

Sebetulnya saya sudah memiliki blog saat masih SMP pada tahun 2013. Kebetulan saya juga memiliki hobi menulis.  Namun blog saya saat itu belum memenuhi syarat penulisan yang benar. Selain itu, tema blog yang saya bahas saat itu masih terlalu acak-acakan dan belum terarah (hehe :D :D)


                                              
                                                        Mohon dimaklumi jika foto profilya jelek, hehe

                                               


Selama saya sekolah di SMP & SMA, saya hampir tidak memiliki waktu untuk mengelola blog saya. Karena saat itu, saya sangat sibuk dengan berbagai tugas sekolah. Maklum saja, sekolah saya menerapkan full day school dari pagi hingga sore. Setelah sampai rumah pun, saya langsung tiduran. Malamnya saya lanjutkan dengan belajar dan mengerjakan tugas sekolah. Itu sebabnya, saya tidak sempat menulis blog.

Kini, setelah lulus SMA, saya berniat untuk kembali melanjutkan blog saya yang sudah sangat lama bertahun-tahun mangkrak, hehe. Saya usahakan jika banyak waktu luang, saya explore berbagai tempat wisata yang ada. Perjalanan mengexplore tempat-tempat wisata tersebut saya tuliskan dalam bentuk blog yang saya buat. Sebetulnya tidak lengkap jika hanya ditulis di blog. Saya sangat ingin mengabadikan setiap moment ngetrip saya melalui video. Namun apalah daya, saya tidak memiliki banyak peralatan gadget yang cukup untuk menunjang kegiatan saya. Sehingga saya tulis trip report saya melalui blog ini.


Saya sangat senang jika menjelajah dan mengeksplor  ke berbagai tempat wisata alam yang ada. Terutama jika tempat tersebut baru dan belum pernah saya kunjungi. Namun yang membedakan dengan traveller lainnya adalah, saya menjelajah hanya sendirian tanpa ada yang menemani (karena memang jomblo, wkwkwk :v :v bercanda ding). Namun itulah keunikannya. Meskipun hanya menjelajah sendirian, saya bisa lebih menikmati suasana alam tempat wisata yang saya kunjungi. Selain itu, saya bisa jadi lebih mandiri.


Oh ya, selain hobi travelling, saya juga memiliki hobi hunting berbagai kendaraan transportasi seperti kereta dan bus. Maka jangan heran, jika dalam blog ini saya sisipkan berbagai trip report yang temanya transportasi seperti Railfans dan Bismania. Kebetulan saya juga seorang Railfans. Sehingga sedikit tahu tentang jadwal perjalanan kereta ke berbagai destinasi favorit.


Selama bertahun-tahun, saya sudah berhasil menjelajah ke berbagai objek wisata yang notabene jauh dari kota tempat saya tinggal. Saking senangnya travelling, saya pun ngetrip hanya bermodalkan nekat. Biaya untuk ngetrip saja pun masih mengandalkan uang tabungan dan minta uang orang tua (hehe).


Setiap saat bepergian kemanapun gadget Kamera dan Smartphone merupakan benda wajib yang saya bawa. Saat menjelajah alam, saya menyempatkan diri untuk berselfie ria (walaupun sendirian hahaha :v). Terkadang, jika menemukan orang yang lagi pacaran, saya suka iseng untuk memotret beberapa anak remaja yang sedang mojok alias pacaran (Jangan Ditiru ya, wkwkwk :v)


Sekian dulu perkenalan dengan saya. Jika ada kritik dan saran, bisa langsungcomment di blog saya. Karena kritik dan saran dari pembacalah, yang bisa membuat blog saya ini terus berkembang. Bila ada tutur kata saya yang salah dan kurang berkenan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Jadi, semoga blog saya ini bisa memberi manfaat yang banyak. Mohon dukungannya ya :). Selamat Menikmati dan Membaca Blog Saya!