PEMBUKA
Di Kota Purwokerto dan sekitarnya, banyak
sekali tempat wisata yang bisa kita jumpai. Baik tempat wisata kota maupun wisata
alam. Dari sekian banyaknya tempat wisata yang ada, mungkin hampir sebagiannya
sudah aku pernah kunjungi. Oleh karena itu, pada blog kali ini aku akan bahas
satu-persatu berbagai tempat wisata yang sudah pernah saya kunjungi yang berada
di sekitar Kota Purwokerto ini. Salah satu tempat wisata yang kali ini akan aku
bahas adalah Bukit Tranggulasih.
BERANGKAT
OK, langsung aja ya.
Hari Minggu, 29 April 2018, merupakan akhir pekan. Makanya masih banyak anak
plesiran kesana kemari, hehe. Makanya kondisi lalu lintas saat itu masih
relatif ramai lancar. Kalau sudah masuk seklah, mungkin jalanan di Kota
Purwokerto bakalan kembali padat, hehe. Kesempatan ini akhirnya aku manfaatkan
untuk main ke Bukit Tranggulasih. Bukit Tranggulasih terletak di Desa
Windunegara, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas ini, tidak jauh jaraknya dari
Obyek Wisata Baturraden. Mungkin jaraknya sekitar 5 KM.
Sebelum berangkat
kesana, aku mempersiapkan beberapa bekal dan perlengkapan yang diperlukan.
Salah satunya yakni Kamera, HP, dll. Setelah sarapan pagi, sekitar pukul 09.00
WIB, aku langsung berangkat menuju Bukit Tranggulasih menggunakan sepeda motor
Vario. Jarak dari rumahku ke Bukit Tranggulasih ada sekitar kurang lebih 20
KM.
 |
Jalur
menuju Bukit Tranggulasih
|
|
 |
Panorama
di sepanjang jalur menuju Bukit Tranggulasih
|
|
Setelah berjalan
sekitar 20 menit, tanpa sadar bahwa speedometer bensin menunjukkan strip E atau
hampir habis. Karena jalur yang akan dilalui merupakan pegunungan dan bensin
motor saat itu sudah habis, akhirnya aku mengisi bensin dulu SPBU di Jl.
HR.Bunyamin (tepatnya di depan Kampus BSI Purwokerto). Setelah bensin full,
langsung meluncur lagi dehh, hehe. Jalur yang akan dilalui sebetulnya hampir
sejalur menuju Baturraden. Sebab Bukit Tranggulasih ini tidak terlalu jauh dari
Baturraden.
Oh ya, aku mau
mengingatkan. Sepanjang perjalanan menuju Bukit Tranggulasih, jalur terus
menanjak dengan curam. Oleh karena itu sebelum berangkat, pastikan kondisi
kendaraan dalam keadaan prima. Terutama rem dan kopling. Karena di sepanjang
jalur ini, hampir sering ditemui mobil yang mogok karena tak kuat menanjak.
Jadi, pastikan dulu ya kondisi kendaraaan dan pengemudinya dalam kondisi sehat
dan prima.
Walaupun jalur terus
menanjak, kita akan disuguhkan pemandangan pegunungan hijau yang sangat indah.
Udara di daerah pegunungan pun terasa sangat sejuk dan dingin, brrr...:D. Itu
sebabnya, jaket harus selalu siap sedia kalau gak mau kedinginan, hehe.
SAMPAI DI LOKASI
Setelah menempuh jarak
sekitar 20 KM selama kurang lebih 45 menit, akhirnya aku sampai di lokasi pada
pukul 10.00 WIB. Kita akan diminta membayar karcis parkir motor seharga Rp
3.000. Kemudian dilanjutkan dengan tracking mendaki bukit selama kurang lebih
5-10 menit. Namun sebelumnya, kita akan diminta lagi membayar karcis masuk
seharga Rp 5.000.
 |
| Tempat Parkir Motor |
 |
Jalan
menuju ke Puncak Bukit Tranggulasih
|
|
 |
Tiket
karcis masuk Bukit Tranggulasih
|
|
Jalur tracking yang
dilalui lumayan menanjak, yahh sekitar 50 derajat. Lumayanlah bikin pegal
badan, hehe. Namun semua rasa lelah itu terbayar ketika sudah sampai di atas.
Di sepanjang jalur tracking menuju Bukit Tranggulasih, banyak sekali kita
jumpai berbagai macam warung makan. Jadi, kita gak usah khawatir kalau lupa
tidak membawa bekal makanan dan minuman.
Akhirnya setelah
menempuh perjalanan tracking yang melelahkan selama 5-10 menit, tibalah aku di
Puncak bukit Tranggulasih. Subhanallahh...sungguh indah ciptaanmu Ya Allah.
Kita bisa melihat pemandangan Kota Purwokerto secara jelas. Jika kita lihat
pada malam hari, pastinya akan sangat indah seperti bintang bertaburan.
 |
| Sampai di Puncak Tranggulasih |
Setelah sampai, tanpa
membuang waktu lagi, aku langsung berselfie ria di berbagai spot yang ada. Tak
ketinggalan, aku juga memotret berbagai panorama alam yang ada disini. Disini,
banyak sekali spot-spot hunting bagi para pecinta fotografi. Selama aku
memandang, mungkin ada sekitar 4-6 spot yang disediakan oleh pengelola.
|
|
Daerah
wisata Baturraden yang terlihat dari Bukit Tranggulasih
|
 |
Panorama pegunungan dari Bukit Tranggulasih
|
|
 |
| Bukit Datar yang terletak di area wisata Bukit Tranggulasih |
Melihat banyaknya spot
hunting, tak cukup rasanya bila kita berkunjung hanya 1-2 jam. Mungkin kita
perlu waktu hingga 3-4 jam lamanya. Ditambah lagi pemandangan alam yang indah, dan
juga udara yang sejuk, makin tambah betah aja deh, gak kepingin cepat pulang,
hehehe.
Oh ya, catatan. Kalau mau selfie ria disini, mesti gantian. Soalnya tempatnya hanya cukup untuk 2-4 orang saja. Tak hanya itu, ada beberapa spot yang menurut aku pengamannya masih kurang. Jadi kalau yang mau selfie disini, mesti sangat hati-hati ya, karena ada beberapa spot yang belum diberi pagar pengaman.
 |
| Spot-spot foto yang banyak tersebar di Bukit Tranggulasih |
Oh ya, Bukit
Tranggulasih ini buka selama 24 jam non-stop. Karena disini merupakan area
camping/ berkemah. Banyak sekali mahasiswa pecinta alam yang berkemah disini.
Jika malam hari, akan semakin banyak pengunjung yang berkemah disini.
Terutamanya menikmati suasana malam hari Kota Purwokerto dari atas bukit, hehe.
Tidak hanya untuk
menikmati gemerlapnya lampu perkotaan Purwokerto, di Bukit Tranggulasih juga
bisa menikmati moment matahari terbit (sunrise) dan juga matahari
terbenam (sunset). Di saat moment inilah, para pengunjung
mendokumentasikannya dengan smartphone dan kamera DSLR. Tidak lupa, kita perlu
memanjatkan rasa puji syukur kita kepada Allah SWT sang pencipta alam
semesta.
 |
Pemandangan
Kota Purwokerto dari Bukit Tranggulasih
|
|
 |
Rita
Supermall dilihat dari Bukit Tranggulasih
|
|
 |
Gedung
Fakultas Ekonomi UNSOED terlihat dari Bukit Tranggulasih
|
|
 |
Kampus
IAIN Purwokerto dilihat dari Bukit Tranggulasih
|
|
 |
Hotel
Wisata Niaga dilihat dari Bukit Tranggulasih
|
|
 |
Kawasan
pergudangan Purwokerto dilihat dari Bukit Tranggulasih
|
|
 |
| Hotel Aston dan Hotel Dominic terlihat dari Bukit Tranggulasih |
ISTIRAHAT SAMBIL LESEHAN DAN MAKAN
Setelah puas menyusuri
Bukit Tranggulasih selama berjam-jam, datanglah rasa lapar. Aku lalu menuju
warung makan yang ada. Soal harga, jangan khawatir mahal. Karena semua jajanan
yang ada harganya sesuai dengan dompet mahasiswa, jadi gak takut dompet kempes,
hahaha :v :v.
Aku lalu memesan satu porsi mie goreng instan
dan satu gelas es teh. Sambil menunggu pesanan, aku pun menikmati panorama alam
yang ada sambil lesehan, hehe. Setelah pesanan datang, aku pun langsung
menyantapnya cepat-cepat (seperti orang kelaparan, haha). Setelah
kenyang pun, aku gak mau beranjak pergi. Masih betah menikmati panorama alam
yang ada. Astaga betah banget sih, hehe.
|
|
Warung-warung
makan yang tersedia di Bukit Tranggulasih untuk para pengunjung
|
PERJALANAN PULANG
Tanpa sadar waktu
sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB. Langit pun sudah tampak sangat mendung. Tak
butuh waktu lama lagi mungkin hujan akan turun. Aku pun langsung bergegas
pulang. Benar saja, setelah sampai parkiran motor, hujan pun turun. Setelah aku
pakai mantel, aku pun langsung tancap gas menuju rumah. Alhamdulillah, sampai
lagi di rumah sekitar pukul 17.00 WIB.
PENUTUP
Oh ya, info terbaru.
Saat ini Bukit Tranggulasih sedang ditutup. Dikarenakan sedang ada pengembangan
area obyek wisata. Jadi yang mau berkunjung kesana, sementara dialihkan dulu ke
Puncak Dinar. Entah sampai kapan ditutupnya. Semoga saja cepat kembali dibuka
ya :).
Sekian pembahasanku kali ini. Jika ada kata yang kurang kenan, aku mohon maaf
sebesar-besarnya. Jika ada kritik dan saran, langsung saja komentar di bawah
ya. Semoga trip report kali ini bermanfaat bagi para pembaca ya, hehe.
Alamat:
Bukit Tranggulasih
non-stop
Desa Windujaya,
Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53152