Sunday, May 13, 2018

JALAN-JALAN KE THE VILLAGE




PEMBUKA
Haloo, kembali lagi bersama aku, Yoga. Alhamdulillah, masih di Hari Minggu, 6 Mei 2018. Setelah aku mengexplore The Forest, kini aku akan mengexplore tetangga The Forest, yakni The Village. Jaraknya Cuma selemparan batu juga sampai kok. Iya lah, wong letaknya aja Cuma di seberang jalan, jalan kaki juga udah nyampai, hahaha.

Lalu lintas saat itu sedang lumayan padat sih. Ya karena adanya tempat wisata yang saling berdekatan ini, pastinya akan mengundang keramaian orang tentunya. Banyak sekali pengunjung yang lalu lalang yang menghambat arus lalu lintas. Untung saja, Polisi dan SATPAM selalu berjaga dan mengatur arus lalu lintas.


SAMPAI DI LOKASI
Setelah berjalan kaki Cuma 1-2 menit saja, akhirnya kita sampai di The Village. Saat itu disana sangat ramai dengan pengunjung. Banyak sekali mobil dan motor yang terpakir, sampai-sampai tidak muat lagi menampung kendaraan.






Sebelum masuk ke dalam, aku sempatin dulu berfoto-foto selfie ria dulu. Maklum tempat baru sih, hehe. Setelah puas berselfie, akhirnya aku masuk ke dalam. Saat masuk ke dalam, masya allah..antriannya kayak ngantri sembako. Woww. Akhirnya setelah 30 menit mengantri, akhirnya aku bisa masuk ke dalam setelah membeli tiket. Harga tiket saat weekend itu seharga Rp 30.000. Gak tau deh kalau weekday, hehe.
Setelah masuk, woww suasana sangat meriah. Banyak pertunjukan-pertunjukan yang sedang berlangsung. Karena penasaran, aku pun langsung mengexplore tempat tersebut satu-persatu. Ternyata, banyak sekali spot-spot selfie yang disediakan oleh pengelola. Jadi tinggal milih aja mau selfie dimana, hehe.














Selain itu, ada juga taman bermain indoor. Taman indoor ini disediakan untuk anak-anak yang mungkin gak tahan dengan cuaca panas. Di dalamnya juga dilengkapi dengan AC pendingin ruangan. Ruangan indoor ini merupakan tempat bermain lego-legoan bagi anak-anak, hehe.







Tidak hanya untuk selfie, di dalam pun juga ada kebun binatangnya juga. Ada burung, kelinci, kuda, dll. Bahkan ada kolam ikan yang bisa kita tangkap ikannya dan bisa dibawa pulang deh. Kita juga bisa menyewa kuda untuk berkeliling-keliling The Village.











Kemudian aku berjalan kembali ke tempat lain. Berbeda dengan The Forest, The Village ini lebih luas. Ada juga taman-taman bunga yang warnanya sangat indah. Para pengunjung pun berselfie di taman-taman bunga itu.




Setelah berkeliling, aku pun kembali ke titik yang sama. Disitu ada bangunan tinggi seperti kastil yang dikelilingi dengan kolam. Kolam itu terdapat fasilitas perahu yang disewakan. Gak tau untuk tarifnya sih. Mungkin sekitar ratusan ribu gitu sih.




Kemudian aku pun masuk ke dalam bangunan mirip kastil tersebut. Rupanya di dalam merupakan sebuah food court atau kantin makanan yang disediakan untuk para pengunjung yang kelaparan, hehe. Namun soal harga, harganya lumayan mahal untuk kalangan mahasiswa sih, hehe.





PERJALANAN PULANG
Setelah puas bermain ke The Forest dan The Village tak terasa waktu sudah sore. Akhirnya aku putuskan untuk pulang ke rumah. Sepeda motor aku pakirkan di area parkir The Forest. Tarif parkirnya standar, Rp 2000, hehe. Akhirnya aku tancap gas dari sana sekitar pukul 16.00 WIB. Sekia trip reportku. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca ya, hehe.


Alamat:
Curug Ceheng
Desa Gandatapa, Kecamatan Sum

PLESIRAN KE THE FOREST


PEMBUKA
Haloo, kembali lagi bersama aku, Yoga. Alhamdulillah, hari merupakan akhir pekan, tepatnya Hari Minggu, 13 Mei 2018. Seperti biasa, setiap akhir pekan atau weekend, aku pasti akan mengexplore tempat-tempat wisata alam yang ada di sekitar Kota Satria ini. Setelah searching berbagai referensi di mbah Google, akhirnya ketemu deh tempat wisata yang lumayan cocok bagiku.


Di Kota Purwokerto dan sekitarnya, banyak sekali tempat wisata yang bisa kita jumpai. Baik tempat wisata kota maupun wisata alam. Dari sekian banyaknya tempat wisata yang ada, mungkin hampir sebagiannya sudah aku pernah kunjungi. Oleh karena itu, pada blog kali ini aku akan bahas satu-persatu berbagai tempat wisata yang sudah pernah saya kunjungi yang berada di sekitar Kota Purwokerto ini. Salah satu tempat wisata yang kali ini akan aku bahas adalah....

Yah, tempat wisata tersebut adalah The Forest. Lokasinya sangat strategis dan sangat mudah diakses dari pusat kota sekalipun. Karena lokasinya terletak persis di Jalan Raya Purwokerto-Baturraden KM 7. Oh ya, The Forest ini juga terletak dekat dengan objek wisata The Village yang baru buka sekitar sebulan sebelumnya. Jadi kalau mau kesana, tinggal jaan kaki aja, hehe. Tak hanya itu, setiap kali kita mau ke Baturraden, kita pasti akan melewati kedua tempat wisata tersebut. Makanya kalau akhir pekan, hampir bisa dipastikan jalur tersebut macet total. Ohhh Noooo....:(

BERANGKAT
Setelah preparing berbagai perlengkapan yang diperlukan, akhirnya aku berangkat dari rumah sekitar jam 10.00 WIB. Menurut estimasi di Google Maps, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 20-25 menit sejauh sekitar 7 KM saja dari pusat Kota Purwokerto. Itu pun kalau rute yang kita lewati tidak terlalu macet, hehe.

Seperti biasa, saat masih dalam perjalanan, tidak lupa untuk selalu mengisi bensin motor dulu, hehe. Hal ini harus selalu dilakukan jika motor yang kita pakai tidak mau kehabisan bensin di jalan. Karena rute yang kita lewati nanti merupakan jalur pegunungan, hampir dipastikan tidak ada SPBU di sepanjang jalan. Karena SPBU satu-satunya yang terdekat dari Baturraden hanya ada di daerah Pabuaran tepatnya di Jl. HR.Bunyamin. Setelah itu, tidak ada lagi SPBU sampai kita sampai di Baturraden. Kecuali kalau bensin eceran di warung-warung, beda lagi ceritanya, hehe.

Setelah isi bensin, aku langsung tancap gas kembali. Di sepanjang jalan, lumayan kondisi jalan sudah bagus dengan aspal hotmix. Cuma di beberapa titik yang masih agak kriting jalannya, hehe. Itu pun juga banyak. Semakin lama berjalan, jalan semakin menanjak. Ya iyalah, ini kan terletak di kaki gunung, pasti jalannya nanjak terus, hahaha.

SAMPAI DI LOKASI
Setelah naik motor selama 20-25 menit, akhirnya kita langsung sampai di The Forest. Aku pun langsung membeli tiket dengan harga sekitar Rp 20.000. Karena saat itu merupakan weekend, harga tiket pasti lebih mahal. Gak tau deh kalau weekday, mungkin lebih murah, hehe.











Setelah membeli tiket, aku pun langsung masuk saja ke dalam. Dan ternyata aku baru tahu. The Forest ini merupakan Taman Bunga yang ada di Purwokerto. Yaa walaupun kebanyakan yang aku lihat Cuma bunga imitasi, tetap saja indah warnanya, hehe.






















Selain itu, di dalamnya juga disediakan kantin makanan yang menjajakan jajanan. Harganya sih ya lumayanlah bagi dompet mahasiswa, hehe. Tapi saat itu di dalam kantin makanan juga sangat ramai pengunjung yang sedang makan bareng keluarganya. Tapi aku gak sempat nyobain menunya, karena mungkin harganya mahal sih, hehe. Lagian aku juga udah makan di rumah, ngapain makan lagi. Ya kan? Hehe.

Bagi yang mau sholat pun gak usah khawatir. Karena di dalamnya pun juga sudah disediakan mushola untuk para pengunjung. Untuk musholanya sih ya lumayan besar bagi aku. Keadaannya pun juga rapi kok. Mungkin masih baru sih, hehe.






Tidak hanya taman bunga saja, di tempat ini juga ada Kolam Renangnya sebanyak 3 buah. Tapi sayangnya Cuma untuk ukuran anak-anak. Kedalamannya pun Cuma 1 meter doang. Kolamnya pun juga tidak luas. Maklumlah, tempatnya juga tidak terlalu luas sih, hehe.
Satu kolam lagi itu ada namanya Kolam Renang Syariah. Tapi itu berada di dalam ruangan. Tidak semua pengunjung boleh masuk ke dalam. Aku juga gak tau dalamnya kayak gimana. Mungkin lain kesempatan deh aku kesini lagi, hehe.














Walaupun begitu, suasananya saat itu sangatlah ramai pengunjung. Mungkin karena baru buka ya, hehe. Banyak sekali pengunjung yang ramai-ramai berselfie ria. Padahal cuaca saat itu sedang panas-panas terik. Tapi pengunjung tetap semangat saja, hehe.

Tidak hanya di taman bunganya saja. Di kolam renangnya juga pun lumayan ramai. Tapi kebanyakan sih yang berenang Cuma anak-anak SD aja sih, haha. Orang tuanya Cuma nungguin di pinggir kolam renang.

PENUTUP
Setelah puas menyusuri, kini saatnya aku langsung keluar. Eitts...tapi aku gak langsung pulang ke rumah. Aku mau melanjutkan penelusuran ke tempat wisata tetangga sebelahnya, yakni The Village. Itu loh salah satu tempat selfie ala Eropa yang baru buka di Purwokerto, hehe. OK. Sampai disini dulu ya. Silahkan dilanjutkan kembali ke artikel berikutnya. See You...



Alamat:
The Forest Baturraden
Jl. Raya Baturaden No.KM 7, Dusun I Pandak, Pandak, Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53151

Sunday, May 6, 2018

PLESIRAN KE CURUG CEHENG


PEMBUKA
Haloo, kembali lagi bersama aku, Yoga. Alhamdulillah, hari merupakan akhir pekan, tepatnya Hari Minggu, 6 Mei 2018. Seperti biasa, setiap akhir pekan atau weekend, aku pasti akan mengexplore tempat-tempat wisata alam yang ada di sekitar Kota Satria ini. Setelah searching berbagai referensi di mbah Google, akhirnya ketemu deh tempat wisata yang lumayan cocok bagiku.


Di Kota Purwokerto dan sekitarnya, banyak sekali tempat wisata yang bisa kita jumpai. Baik tempat wisata kota maupun wisata alam. Dari sekian banyaknya tempat wisata yang ada, mungkin hampir sebagiannya sudah aku pernah kunjungi. Oleh karena itu, pada blog kali ini aku akan bahas satu-persatu berbagai tempat wisata yang sudah pernah saya kunjungi yang berada di sekitar Kota Purwokerto ini. Salah satu tempat wisata yang kali ini akan aku bahas adalah....

Yah, tempat wisata tersebut adalah Curug Ceheng. Curug Ceheng ini terletak di Kecamatan Sumbang, Banyumas, Jawa Tengah. Kira-kira jaraknya sekitar kurang lebih 10-15 KM dari Pusat Kota Purwokerto. Lumayanlah, tidak terlalu jauh, hehe.

BERANGKAT
Setelah preparing berbagai perlengkapan yang diperlukan, akhirnya aku berangkat dari rumah sekitar jam 12.00 WIB. Menurut estimasi di Google Maps, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 40-45 menit sejauh 20-25 KM dari pusat Kota Purwokerto. Itu pun kalau rute yang kita lewati tidak terlalu macet. Karena rute yang akan dilewati adalah jalur alternatif, waktu tempuhnya mungkin lebih cepat, hehe.

Seperti biasa, saat masih dalam perjalanan, tidak lupa untuk selalu mengisi bensin motor dulu, hehe. Hal ini harus selalu dilakukan jika motor yang kita pakai tidak mau kehabisan bensin di jalan. Karena rute yang kita lewati nanti merupakan jalur alternatif, hampir dipastikan tidak ada SPBU di sepanjang jalan. Kecuali kalau bensin eceran di warung-warung, beda lagi ceritanya, hehe.

Setelah isi bensin, aku langsung tancap gas kembali. Di sepanjang jalan, lumayan kondisi jalan sudah bagus dengan aspal hotmix. Cuma di beberapa titik yang masih agak kriting jalannya, hehe. Itu pun juga banyak. Semakin lama berjalan, jalan semakin menanjak. Ya iyalah, curug ini kan terletak di kaki gunung, pasti jalannya nanjak terus, hahaha.
SAMPAI DI LOKASI
Setelah menempuh waktu sekian lama, akhirnya aku sampai deh di Curug Ceheng. Setelah melihat google maps, ternyata waktu yang kita perlukan tadi Cuma 30 menit dengan kecepatan rata-rata 60-80 Km/Jam. Lumayanlah cepat, soalnya ngebut sih, hehe.

Setelah membayar tiket karcis dan tiket masuk seharga Rp.7000 untuk sepeda motor. Oh ya, aku lupa nanya berapa tiket parkir dan masuk untuk mobil dan truk. Maklum saking penasarannya pingin masuk, hehe. Setelah membayar, akhirnya kita diperbolehkan masuk ke dalam.













Jalan yang kita lalui ini merupakanlah jalan setapak. Tapi yang mengherankan bagi aku, di sepanjang jalanan setapak ini banyak sekali rumput liar tumbuh. Sehingga pengunjung yang baru masuk kesulitan menuju air terjunnya. Bisa-bisa malah nyasar entah kemana. Soalnya tempatnya luas sekali.





Selama berjalan, hampir tidak ada satupun pengunjung yang lalu lalang. Hanya aku sendiri sepertinya yang ada di Curug Ceheng saat itu, hmmm. Namun tak beberapa lama kemudian, aku berpapasan dengan sekelompok anak-anak seusia SMP yang berjumlah kurang lebih 10 orang. Aku pun menyapanya dan mereka juga langsung membalasnya 😊..
Akhirnya sekarang mulai menuruni jalan setapak yang sangat curam. Namun sudah dikasih anak tangga dan diberi pagar. Waduhh, turunnya aja udah curam banget, apalagi pas naiknya. Waduhhh, semangat dongg 😊.
Akhirnya setelah berjalan sekitar 10-20 menit, akhirnya aku sampai tepat di air terjun Curug Ceheng. Subhanallahh....airnya benar-benar dingin plus jernih. Debit air juga saat itu lumayan cukup besar. Namun tetap masih normal dan airnya jernih. Jadi pengin nyebur langsung nihh. Ehh, aku kan gak bawa baju ganti. Lagian aku Cuma sendirian kesitu gak ada yang nemenin, hahaha. Nasib-nasib.







Eittsss tunggu dulu. Saat sudah sampai di lokasi, tidak ada satupun pengunjung disana. Benar-benar sepi dan sunyi. Hanya aku saja yang berada disitu saat itu. Karena itulah, aku Cuma foto-foto selfie ria aja disitu. Palingan Cuma 10-20 menit juga udah kelar. Lahh ngapain lama-lama, wong Cuma sendirian, hahaha.





Tak hanya itu saja, fasilitas pendukung yang ada disini cukup memprihatinkan. Bisa saja dibilang mangkrak tak terurus. Sungguh sangat-sangat disayangkan. Padahal potensi wisata Curug Ceheng sangatlah besar jika dikelola dengan sungguh-sungguh. Entah apalah sebabnya .



PERJALANAN PULANG
Tak perlu lama-lama akhirnya aku memutuskan langsung balik saja ke atas. Yah kecewa juga sih dengan fasilitasnya tapi mau gimana lagi. Dan inilah saatnya yang paling berat. Menaiki sekitar ratusan anak tangga yang curam. Wowww...
Sesekali aku berhenti sejenak untuk beristirahat dan mengambil nafas selama  menitan. Perjalanan pulangnya benar-benar maknyuss..berasa kayak mendaki gunung, hahaha. Akhirnya sekian lama berjalan kaki, aku sampai kembali di lokasi parkiran motor. Aku pun langsung pulang dari sana sekitar pukul 14.00 WIB.



Alamat:
Curug Ceheng
Desa Gandatapa, Kecamatan Sum