PEMBUKA
Haloo, kembali lagi bersama aku, Yoga. Alhamdulillah, hari
merupakan akhir pekan, tepatnya Hari Minggu, 6 Mei 2018. Seperti biasa, setiap
akhir pekan atau weekend, aku pasti akan mengexplore tempat-tempat wisata alam
yang ada di sekitar Kota Satria ini. Setelah searching berbagai referensi di
mbah Google, akhirnya ketemu deh tempat wisata yang lumayan cocok bagiku.
Di Kota Purwokerto dan
sekitarnya, banyak sekali tempat wisata yang bisa kita jumpai. Baik tempat wisata
kota maupun wisata alam. Dari sekian banyaknya tempat wisata yang ada, mungkin
hampir sebagiannya sudah aku pernah kunjungi. Oleh karena itu, pada blog kali
ini aku akan bahas satu-persatu berbagai tempat wisata yang sudah pernah saya
kunjungi yang berada di sekitar Kota Purwokerto ini. Salah satu tempat wisata
yang kali ini akan aku bahas adalah....
Yah, tempat wisata tersebut adalah Curug Ceheng. Curug Ceheng ini
terletak di Kecamatan Sumbang, Banyumas, Jawa Tengah. Kira-kira jaraknya
sekitar kurang lebih 10-15 KM dari Pusat Kota Purwokerto. Lumayanlah, tidak
terlalu jauh, hehe.
BERANGKAT
Setelah
preparing berbagai perlengkapan yang diperlukan, akhirnya aku berangkat dari
rumah sekitar jam 12.00 WIB. Menurut estimasi di Google Maps, perjalanan membutuhkan
waktu sekitar 40-45 menit sejauh 20-25 KM dari pusat Kota Purwokerto. Itu pun
kalau rute yang kita lewati tidak terlalu macet. Karena rute yang akan dilewati
adalah jalur alternatif, waktu tempuhnya mungkin lebih cepat, hehe.
Seperti
biasa, saat masih dalam perjalanan, tidak lupa untuk selalu mengisi bensin
motor dulu, hehe. Hal ini harus selalu dilakukan jika motor yang kita pakai
tidak mau kehabisan bensin di jalan. Karena rute yang kita lewati nanti
merupakan jalur alternatif, hampir dipastikan tidak ada SPBU di sepanjang
jalan. Kecuali kalau bensin eceran di warung-warung, beda lagi ceritanya, hehe.
Setelah
isi bensin, aku langsung tancap gas kembali. Di sepanjang jalan, lumayan
kondisi jalan sudah bagus dengan aspal hotmix. Cuma di beberapa titik yang
masih agak kriting jalannya, hehe. Itu pun juga banyak. Semakin lama berjalan,
jalan semakin menanjak. Ya iyalah, curug ini kan terletak di kaki gunung, pasti
jalannya nanjak terus, hahaha.
SAMPAI
DI LOKASI
Setelah
menempuh waktu sekian lama, akhirnya aku sampai deh di Curug Ceheng. Setelah
melihat google maps, ternyata waktu yang kita perlukan tadi Cuma 30 menit
dengan kecepatan rata-rata 60-80 Km/Jam. Lumayanlah cepat, soalnya ngebut sih,
hehe.
Setelah
membayar tiket karcis dan tiket masuk seharga Rp.7000 untuk sepeda motor. Oh
ya, aku lupa nanya berapa tiket parkir dan masuk untuk mobil dan truk. Maklum
saking penasarannya pingin masuk, hehe. Setelah membayar, akhirnya kita
diperbolehkan masuk ke dalam.
Jalan
yang kita lalui ini merupakanlah jalan setapak. Tapi yang mengherankan bagi
aku, di sepanjang jalanan setapak ini banyak sekali rumput liar tumbuh.
Sehingga pengunjung yang baru masuk kesulitan menuju air terjunnya. Bisa-bisa
malah nyasar entah kemana. Soalnya tempatnya luas sekali.
Selama
berjalan, hampir tidak ada satupun pengunjung yang lalu lalang. Hanya aku
sendiri sepertinya yang ada di Curug Ceheng saat itu, hmmm. Namun tak beberapa
lama kemudian, aku berpapasan dengan sekelompok anak-anak seusia SMP yang
berjumlah kurang lebih 10 orang. Aku pun menyapanya dan mereka juga langsung
membalasnya 😊..
Akhirnya
sekarang mulai menuruni jalan setapak yang sangat curam. Namun sudah dikasih
anak tangga dan diberi pagar. Waduhh, turunnya aja udah curam banget, apalagi
pas naiknya. Waduhhh, semangat dongg 😊.
Akhirnya
setelah berjalan sekitar 10-20 menit, akhirnya aku sampai tepat di air terjun
Curug Ceheng. Subhanallahh....airnya benar-benar dingin plus jernih. Debit air
juga saat itu lumayan cukup besar. Namun tetap masih normal dan airnya jernih.
Jadi pengin nyebur langsung nihh. Ehh, aku kan gak bawa baju ganti. Lagian aku
Cuma sendirian kesitu gak ada yang nemenin, hahaha. Nasib-nasib.
Eittsss
tunggu dulu. Saat sudah sampai di lokasi, tidak ada satupun pengunjung disana.
Benar-benar sepi dan sunyi. Hanya aku saja yang berada disitu saat itu. Karena
itulah, aku Cuma foto-foto selfie ria aja disitu. Palingan Cuma 10-20 menit
juga udah kelar. Lahh ngapain lama-lama, wong Cuma sendirian, hahaha.
Tak
hanya itu saja, fasilitas pendukung yang ada disini cukup memprihatinkan. Bisa
saja dibilang mangkrak tak terurus. Sungguh sangat-sangat disayangkan. Padahal
potensi wisata Curug Ceheng sangatlah besar jika dikelola dengan
sungguh-sungguh. Entah apalah sebabnya ☹.
PERJALANAN
PULANG
Tak
perlu lama-lama akhirnya aku memutuskan langsung balik saja ke atas. Yah kecewa
juga sih dengan fasilitasnya tapi mau gimana lagi. Dan inilah saatnya yang
paling berat. Menaiki sekitar ratusan anak tangga yang curam. Wowww...
Sesekali
aku berhenti sejenak untuk beristirahat dan mengambil nafas selama menitan. Perjalanan pulangnya benar-benar
maknyuss..berasa kayak mendaki gunung, hahaha. Akhirnya sekian lama berjalan
kaki, aku sampai kembali di lokasi parkiran motor. Aku pun langsung pulang dari
sana sekitar pukul 14.00 WIB.
Alamat:
Curug Ceheng
Desa Gandatapa, Kecamatan Sum
No comments:
Post a Comment